Hari ini purnama. Jika kita keluar rumah, akankah
kita melihat langit yang sama? Meski jarak menjadi penghalang, walau hujan tak
bertandang, akankah kita melihat samanya bulat bulan? Jika aku duduk di bangku
panjang tersenyum manja, akankah kau melihat mungilnya bibirku? Akankan purnama
memantulkan senyumku dan kau mampu menangkapnya? Atau kau memang tak mau?
Anehnya aku tidak menangkap seri wajahmu, apakah kau
tidak tersenyum atau apakah kau berdiri mematung sembari menangis? Aku tidak
tahu. Sebenarnya apa yang aku tahu? Sebenarnya apa yang kau tahu? Sebenarnya
apa yang kita tahu? Selain memandang langit dan bulan yang sama, apalagi yang
kita tahu? Yang terpenting, apakah kita saling menjamah hati sama lain? Apakah
kita saling berharap satu sama lain? Adakah kata saling dalam hubungan kita?
Jika tidak, maka sayang sekali. Jika tidak, bukankah kita seharusnya berhenti
di sini? Ah bukan kita, aku. Aku seharusnya berhenti saat purnama. Aku berhenti
melempar kata.
Mlg, 14.06.2014
Ketika aku
percaya bahwa cinta sepihak hanyalah sebuah ketidakadilan