“Mereka membuat seolah-olah akulah orang yang paling jahat. Sampai akhir, kenanglah aku sebagai orang yang pernah jahat padamu.”
Dalam diri sesorang selalu ada sikap baik dan jahat. Selalu
berbuat jahat membuat jiwa tak sehat, tetapi selalu berbuat baik tidak
memungkinkan terkadang juga membosankan. Aku yakin, hati seseorang akan selalu
berubah setiap saat.
Awal tahun lalu, saat aku masih memakai putih abu-abu, dan
kamu yang sampai sekarang masih memakainya, bersama denganmu sebenarnya sangat
menyenangkan. Aku menyukai nama depanmu, tapi aku tidak suka nama panggilan
dari teman-temanmu. Kamu anak kecil yang terlalu baik, punya banyak teman, dari
anak di bawah tingkat sampai di atas tingkatmu. Karena sikap baikmu itu ,
sampai-sampai kamu tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang
berpura-pura.
Berawal dari celoteh seorang teman, sebenarnya kisah kita
sudah ada yang mengatur, kamu aktornya dan aku aktris serta sutradaranya.
Lambat laun drama itu tidak ber-ending, karena hati selalu berubah setiap saat.
Berakhir, tanpa alasan yang pasti. Aku memutuskan berlari.
Saat itu aku tahu aku sudah benar-benar menyakitimu, tapi kamu masih memberi
semangat untuk ujian terakhirku. Aku masih ingat ketika kelas kami berolahraga
di lapangan tengah, aku tahu kamu memperhatikanku dari depan kelasmu, gedung
atas. minuman yang kamu beri saat itu, sebenarnya aku sedikit sedih karena
mereka menghabiskannya.
Teman-teman satu club bolamu, mereka benar-benar menjengkelkan.
Cacian karena aku melakukan hal seperti ini kepada anak kecil sepertimu, aku
tertekan. Yang mereka tahu, aku hanya bermain-main , mereka tidak tahu apa yang
sebenarnya terjadi, begitu juga kamu.
Saat itu aku memang tidak stabil, selalu lebih mendengar
pendapat orang, memang seperti itulah. Aku orang yang jahat? Mungkin. Bahkan
saat aku pergi, pintumu tetap terbuka lebar. Bulan lalu saat kita bertemu,
disini masih berdebar. Berdebar karena bersalah. Kupikir, dengan kamu tidak
mengetahui yang sebenarnya, kamu sakit, dan kamu akan lupa.
Tetaplah seperti ini. Sampai akhir, kenanglah aku sebagai
orang jahat, agar tidak ada alasan lagi untuk mengingatku.