“Mereka-mereka sengaja sudah kulupakan, tapi mereka tetap mengingatku.”
Tidak peduli bagaimana omongan orang mengenai kehidupanku, bagaimanapun mereka tidak akan bertanggung jawab mengenai masa depanku, katanya.
Aku tetap diam terpaku ketika perempuan ini mengatakan hal tersebut tepat disamping telingaku. Aku
hanya menganggapnya keterlaluan karena dia memilih berhenti dari jenjang sekolah
yang baru saja ditempuhnya. Tapi tak jadi, memangnya apa aku ini, apa aku
memberikan kehidupan untuknya? Tanpa sepengetahuanmu sebenarnya aku sedikit tidak
menyukaimu, kau mencuri saudaraku dari tangan kami. Kau tahu sendiri aku
sedikit pendendam.
Pribadimu
hangat dan penuh kasih, tak apa setidaknya kau meninggalkan kenangan indah.
Suara lembutmu menyeru “Kak… Kak… Kak..” bukan apa tapi hatiku mencair.
Bagaimana kau mengatakan menyukai memiliki kakak, dengan sifat pendendamku
tentu saja aku menyukaimu. Mungkin untuk orang lain arti pendendam kami erbeda. Begitulah. Tak mengapa karena aku juga tidak begitu tertarik dengan
memiliki banyak teman dekat. Aku tidak percaya siapapun, sama sepertimu. Ah
mungkin karena kita sama jadi kita bisa dekat semudah itu.
Kau
menahan tangis karena bertengkar dengan ayahmu karena kau bertengkar dengan ibu
tirimu yang memaki-maki ibumu. Menangislah jika ingin menangis, dan jangan balik
memaki, adukan saja pada Tuhanmu. Bahkan perempuan itu mengadu agar semua yang
ada di sekelilingnya melupakannya. Kau.. kau merasa beruntung karena tidak
memiliki ingatan yang bagus.
“Aku bisa dengan cepat melupakan mereka. Melegakan. Bukan, sebenarnya karena aku bersikeras melupakan mereka dan kemauan kuatku menyelamatkanku.”
“Jika aku memiliki kehidupan lain di masa depan, aku mungkin akan tetap memilih jalan ini. Sama seperti matahari yang tidak bisa mengelilingi bulan, dan bulan yang tidak bisa memutari matahari, aku juga memiliki garis edarku sendiri. Tetap saja aku tidak akan menyesalinya.”
“Aku mungkin juga akan menentukan garis edarku sendiri, mungkin aku juga akan sengaja melupakan beberapa mereka dari kehidupanku. Bukan apa-apa, hanya saja aku tidak memiliki alasan untuk selalu mengingat mereka.”
Mlg, 25.09.2014 'PMDA-Tepat setelah mereka menertawakan bagaimana aku memilih garis edarku'