Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Minggu, 08 Februari 2015

Monolog

Mengapa masih menyukainya? Dia menjengkelkan.
Benar, dia menjengkelkan. Aku menyukainya karena dia begitu menjengkelkan.
------
Dia juga tidak terlalu peduli.
Kau tahu dia benar. Aku menyukainya karena dia tidak terlalu peduli.
------
Dia sedikit pengecut.
Terlalu pengecut. Aku menyukainya karena dia sepengecut itu.
------
Mengapa kau selalu seperti ini?
Untuk membuatmu diam.
Kau takut aku mencaci kekasihmu?
Bukan, kau sedang mencaci seleraku, dan juga dia bukan sesiapaku.
------
Apa kau masih menyukainya?
Selalu kubanggakan di depan semua orang; aku benar-benar menyukainya. Aku.. Aku masih malu akan perasaan itu. Perempuan akan datang kepada ia yang sering membuatnya menangis. Bacakan aku sebuah cerita dan aku akan menganggapmu telah seratus kali membuatku tertawa dan mari kita jangan bertemu lagi untuk ke depannya.
------
Ada seorang Putri yang tertidur karena mantra penyihir. Sihir itu hanya bisa dipatahkan dengan ciuman dari Pangeran. Seorang Pangeran berkelana menyusuri hutan dan melawan para kurcaci. Hingga pada suatu masa pangeran tersebut berhasil menemukan Sang Putri. Sayangnya bukan Sang Putri yang tertidur, melainkan Putri dari negeri seberang.
------

Kau membuatku menangis bahkan sampai akhir.