Mengapa
masih menyukainya? Dia menjengkelkan.
Benar, dia
menjengkelkan. Aku menyukainya karena dia begitu menjengkelkan.
------
Dia juga
tidak terlalu peduli.
Kau tahu dia
benar. Aku menyukainya karena dia tidak terlalu peduli.
------
Dia sedikit pengecut.
Terlalu
pengecut. Aku menyukainya karena dia sepengecut itu.
------
Mengapa kau
selalu seperti ini?
Untuk
membuatmu diam.
Kau takut
aku mencaci kekasihmu?
Bukan, kau
sedang mencaci seleraku, dan juga dia bukan sesiapaku.
------
Apa kau
masih menyukainya?
Selalu
kubanggakan di depan semua orang; aku benar-benar menyukainya. Aku.. Aku masih
malu akan perasaan itu. Perempuan akan datang kepada ia yang sering membuatnya
menangis. Bacakan aku sebuah cerita dan aku akan menganggapmu telah seratus
kali membuatku tertawa dan mari kita jangan bertemu lagi untuk ke depannya.
------
Ada seorang Putri yang tertidur karena mantra penyihir. Sihir itu hanya bisa dipatahkan
dengan ciuman dari Pangeran. Seorang Pangeran berkelana menyusuri hutan dan
melawan para kurcaci. Hingga pada suatu masa pangeran tersebut berhasil
menemukan Sang Putri. Sayangnya bukan Sang Putri yang tertidur, melainkan
Putri dari negeri seberang.
------
Kau membuatku
menangis bahkan sampai akhir.