Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Kamis, 29 Januari 2015

Spring

Dear, Heart

Spring is beautiful, isn't it?
With all the colors of flowers make you leave that place unwillingly.
Why is spring so awesome?
“Spring has passed autumn and winter. They fall their leaves, maybe until broke or torn. There is no leaf, just some branch.Then they pass winter. All of the branch are covered by snow. The coldest part of the year. Being plant is the equivalent of being you. Maybe now your heart is being broken and then you feel that you are being crazy because you are passing winter. But the most important thing is you will sprout to be nicest like spring.”

With logic,
Mind


Ngw, 30.01.2015

Selasa, 13 Januari 2015

Pintu

Jika jantung adalah serupa rumah, maka ia  satu-satunya tujuan untukku pulang.


Detik ini aku mengetuk pintumu. Namun tidak ada jawaban. Barang kali engkau sibuk. Akan kucoba lagi lain waktu.

Masih dalam menit yang sama, masih dengan tangan yang sama, aku mengetuknya lagi. Keras-keras. Tetap tertutup.Apa aku terlalu berisik hingga membuatmu enggan bergerak? Tak apa, akan kucoba lagi lebih lembut.

Detik berikutnya, sesuai janjiku, kuketuk lagi lebih lembut dengan irama lebih teratur. Apa rumahmu benar-benar luas hingga ketukanku tidak bisa terdengar?

Seperti ‘Filosofi Kopi’, semenjak pertemuan kita, kalikan dengan tiga puluh lalu kalikan dengan dua puluh empat lalu kalikan dengan enam puluh lalu kalikan lagi dengan enam puluh maka akan kau peroleh 52,576,000 sekon. Selama itu lah aku mengetuk pintumu, sebanyak angka itu darah keluar dari ruas jariku dan membiru pada musim dingin.

Karena kupikir mungkin aku telah melaju pada lima per delapan anak tangga menuju rumahmu, begitu mendebarkan, jadi kurasa aku tidak bisa berhenti.

Detik ini kuketuk lagi, kupanggil-panggil namamu, terasa aneh, tanganku terlepas begitu saja. Karena berdiri lama di depan pintu tertutupmu, aku mengabaikan tamu yang mengetuk pintuku. Aku pulang.


Mlg, 13.01.2015

Jumat, 09 Januari 2015

About Like

For you,
Only one whom I said ‘I like you’

I like word the most
I like how this word and that word become a phrase
I like how a phrase and subject or verb become a clause
I like how a clause and object and adverb become a sentence
I like how some sentences become a paragraph
I like how some paragraphs become a story
And I like how you tell your stories to me
About which you like the most
About some food which to be your favorite
About movies which you have seen
About books which you have read
About place which to be your destination or you have visited
About sea of which clean water or beautiful color or big wave or beautiful sunset
About mountain of which cold air or thick cloud or beautiful sunrise
About things which you have done today or yesterday or last week
About planning which you will do tomorrow or next week or next year
And I like if only my face was captured in your eyes when you told about all of your stories


Mlg, 9.01.2015

Kamis, 08 Januari 2015

Pengukir Sejarah

Teruntuk engkau,
Pemilik tahi lalat di bawah mata kanan

Mengenai topeng wajah terpasang di antara kedua paha
Melayu sebagaimana bunga matahari pulang ke peraduannya
Hanya jika kedua mata ini terletak di belakang kepala
Mengenai ia, pengukir sejarah, telah lelah muka

Pada kuas, ia rekatkan kanvas dengan berbagai gradasi warna
Belum berarti, kuas tak berlapang menempa lebar kanvas
Masih serupa kapur pada selembar kertas putih di ruang kerja
Sebab ia, pengukir sejarah, masih mencari makna

Bahwa pagi menjelang hingga malam menghadang raya
Bersama batu ia berkarya, bersama kekayuan ia percaya
Pada batu ia memahat, dengan kayu dorongan terbuat tercipta
Hanya peroleh asa pada ia, pengukir sejarah, penanti batu berupa

Ia..
Menginjak langit menatap bumi
Ia..
Pengukir sejarah pada hati tak berhati


Mlg, 8.01.2015

I write this down. Sadness will yawn as fast as you will finish this word.