"Kalau ingin berbohong lakukan dengan apik, kalau ini rahasia pastikan aku tidak akan mengetahuinya sampai aku mati."
Aku tidak tahu bagaimana bisa memulainya, tapi yang pasti ini adalah kesalahanku yang paling buruk. Melupakannya, atau menyembunyikannya membuat hati sesak. Namun kalau ini terbongkar, aku tidak akan baik-baik saja.
Teman macam apa aku ini? Meskipun tanganku tidak turut campur dalam pembentukan takdirmu, meskipun aku hanya penonton panggung sandiwara mereka, tapi aku tetaplah penonton yang menertawakan Hye Mi ketika temannya mulai menjauhinya.
Ini hampir dua tahun dan aku masih rapat-rapat meyembunyikannya, hanya saja aku tidak ingin kehilangan teman sepertimu. Rasa bersalah selalu mengejar ketika senyummu selalu tersungging saat bertemu. Karena anak kecil dalam diriku yang tidak tumbuh, aku melakukan hal kekanak-kanakan.
Aku hanya ingin minta maaf, tetapi tidak tahu dengan cara seperti apa dan apa yang perlu kukatakan saat meminta maaf. Karena selama ini aku berbohong dengan sangat rapi. Terkadang bebannya lebih berat dari sebongkah batu yang sering kita lihat di aliran sungai itu, jadi kurasa hanya ini tempat yang bisa untuk meminta maaf. Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan dan kesehatanmu. Melihatmu yang sekarang bahagia, aku begitu tenang.
Aku pengecut, hanya saja aku tidak ingin dikenang sebagai teman jahatmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar