“Si A bersenda gurau dengan si B membicarakan si C, kemudian si A tertawa sinis bersama si C membicarakan si B, tapi dibelakang si A, si B dan si C membicarakannya.”
Aku
tidak menyukai pertemanan yang ganjil. Aku selalu merasa bahwa berbuat adil
adalah hal yang paling sulit. Karena saat kita tidak adil, akan ada hati
seseorang yang akan terluka. Menjadi baik dan adil dengan berbagai tipe jiwa,
aku sulit melakukannya. Kau tahu bahwa setelah kita dilahirkan kita tidak
memiliki banyak waktu untuk mencintai satu sama lain?
Ketika
seseorang datang untuk bergabung bersama kita, aku menerimanya dengan senang
hati. Namun, satu diantara kita akan menjauh. Tetap saja kita adalah kita,
namun dengan subjek yang berbeda. Dari
jauh aku memandangnya, lalu mengatakan,
“Dia yang dulu menjadi bagian kita.”
“Terimakasih telah memberi pengalaman terhebat.”
“Mungkin ini terlalu basi dan berlebihan, tapi hanya ini yang aku bisa. Aku tahu disinilah batas kesabaran dan puncak kejenuhan kalian. Aku hanya seseorang yang memenuhi sedikit bagian dari hidup kalian. Pasti sangat sesak dan melelahkan bukan? Haha, maaf aku terlambat menyadari dan justru mengetahui dari orang lain bagaimana sebenarnya kalian dibelakangku. Dengan bergonta-ganti status? Cara seperti itu lebih menyakitkan. Jadi aku melakukan hal yang sama dengan yang kalian lakukan.”
“Bukan, ini bukan pembalasan dendam. Ini hanya kesadaran dimana seharusnya posisi orang sepertiku. Menjauh adalah jalan terbaik. Jangan berharap setelah kejadian itu semua akan baik-baik saja. Jangan membayangkan semua akan seperti semula meskipun dengan kedewasaan. Ketahuilah, aku tidak mampu baik-baik saja. Sungguh aku ini sangat sadar diri. Sangat tidak nyaman bagi orang yang sudah cacat berada di sekeliling orang yang terlalu sempurna. Jadi kumohon jangan salah paham."
“Maaf, aku baru menyadari sekarang.”
-03.12.2012-
Sebuah
piring yang telah pecah, apakah bisa diperbaiki seperti semula? Baiklah anggap
saja bisa disatukan kembali. Namun apakah kau yakin tidak akan ada bagian yang terselip?
Akan ada potongan kecil yang tidak bisa disatukan dan juga pecahan serbuk yang
mungkin entah dimana hilang. Piring tersebut tidak akan seutuh sebelumnya, dan
yang paling menggelikan, akan ada kaki orang lain yang terluka menginjak
pecahan kaca yang tidak ditemukan.
Ketika
kakimu berdarah, karena itu begitu sakit, maka menangislah. Karena orang lain
melihat lukamu. Pada saat ada bagian tubuhmu ada yang tergores, jangan
menahannya, kecuali hatimu. Karena orang lain tidak melihat seberapa besar
hatimu terluka. Mungkin mereka menganggapmu pembohong. Menangislah diam-diam
disudut kamarmu, jangan didepan temanmu. Siapa yang bisa kau percayai? Akan
lebih baik jika kau menangis di depan orang tuamu, itu juga jika kau tidak tahu
malu untuk menjadi beban mereka.
Waktu
begitu cepat berputar dan yang paling lucu aku masih tidak mengerti bagaimana
seseorang mengagungkan pertemanan yang begitu dekat. Sudahlah, jangan sedekat
itu karena kau akan begitu terluka saat ditusuk belati di bagian punggungmu.
Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Bertemanlah sewajarnya.
Kau
tahu dalam sebuah drama dengan tema pertemanan, konflik mereka selalu
penghianatan? Kenapa mereka melakukannya? Karena sebelum membuat cerita mereka
mengamati. Meskipun hatimu benar-benar terluka sampai terasa koyak, jangan
pernah menangis di hadapan orang lain.
Mlg,
03.03.2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar