Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Senin, 03 Maret 2014

Jangan Menangis!

“Si A bersenda gurau dengan si B membicarakan si C, kemudian si A tertawa sinis bersama si C membicarakan si B, tapi dibelakang si A, si B dan si C membicarakannya.”

Aku tidak menyukai pertemanan yang ganjil. Aku selalu merasa bahwa berbuat adil adalah hal yang paling sulit. Karena saat kita tidak adil, akan ada hati seseorang yang akan terluka. Menjadi baik dan adil dengan berbagai tipe jiwa, aku sulit melakukannya. Kau tahu bahwa setelah kita dilahirkan kita tidak memiliki banyak waktu untuk mencintai satu sama lain?

Ketika seseorang datang untuk bergabung bersama kita, aku menerimanya dengan senang hati. Namun, satu diantara kita akan menjauh. Tetap saja kita adalah kita, namun dengan subjek yang berbeda.  Dari jauh aku memandangnya, lalu mengatakan,
“Dia yang dulu menjadi bagian kita.”
“Terimakasih telah memberi pengalaman terhebat.”
“Mungkin ini terlalu basi dan berlebihan, tapi hanya ini yang aku bisa. Aku tahu disinilah batas kesabaran dan puncak kejenuhan kalian. Aku hanya seseorang yang memenuhi sedikit bagian dari hidup kalian. Pasti sangat sesak dan melelahkan bukan? Haha, maaf aku terlambat menyadari dan justru mengetahui dari orang lain bagaimana sebenarnya kalian dibelakangku. Dengan bergonta-ganti status? Cara seperti itu lebih menyakitkan. Jadi aku melakukan hal yang sama dengan yang kalian lakukan.”
“Bukan, ini bukan pembalasan dendam. Ini hanya kesadaran dimana seharusnya posisi orang sepertiku. Menjauh adalah jalan terbaik. Jangan berharap setelah kejadian itu semua akan baik-baik saja. Jangan membayangkan semua akan seperti semula meskipun dengan kedewasaan. Ketahuilah, aku tidak mampu baik-baik saja. Sungguh aku ini sangat sadar diri. Sangat tidak nyaman bagi orang yang sudah cacat berada di sekeliling orang yang terlalu sempurna. Jadi kumohon jangan salah paham."
“Maaf, aku baru menyadari sekarang.”
-03.12.2012-
Sebuah piring yang telah pecah, apakah bisa diperbaiki seperti semula? Baiklah anggap saja bisa disatukan kembali. Namun apakah kau yakin tidak akan ada bagian yang terselip? Akan ada potongan kecil yang tidak bisa disatukan dan juga pecahan serbuk yang mungkin entah dimana hilang. Piring tersebut tidak akan seutuh sebelumnya, dan yang paling menggelikan, akan ada kaki orang lain yang terluka menginjak pecahan kaca yang tidak ditemukan.

Ketika kakimu berdarah, karena itu begitu sakit, maka menangislah. Karena orang lain melihat lukamu. Pada saat ada bagian tubuhmu ada yang tergores, jangan menahannya, kecuali hatimu. Karena orang lain tidak melihat seberapa besar hatimu terluka. Mungkin mereka menganggapmu pembohong. Menangislah diam-diam disudut kamarmu, jangan didepan temanmu. Siapa yang bisa kau percayai? Akan lebih baik jika kau menangis di depan orang tuamu, itu juga jika kau tidak tahu malu untuk menjadi beban mereka.

Waktu begitu cepat berputar dan yang paling lucu aku masih tidak mengerti bagaimana seseorang mengagungkan pertemanan yang begitu dekat. Sudahlah, jangan sedekat itu karena kau akan begitu terluka saat ditusuk belati di bagian punggungmu. Jangan berekspektasi terlalu tinggi. Bertemanlah sewajarnya.

Kau tahu dalam sebuah drama dengan tema pertemanan, konflik mereka selalu penghianatan? Kenapa mereka melakukannya? Karena sebelum membuat cerita mereka mengamati. Meskipun hatimu benar-benar terluka sampai terasa koyak, jangan pernah menangis di hadapan orang lain.


Mlg, 03.03.2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar