Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Sabtu, 19 April 2014

Pendosa

“Kasihan sekali anak ini, bahkan umurnya belum mencapai 20-an.”
Dibandingkan mendengar kata itu, aku lebih suka kau mengatakan,
“Kau menyebalkan, aku membencimu.” Aku akan lebih mengerti.
“Ada cafe yang baru buka dipojok perempatan jalan itu, ayo pergi ke sana kalau sudah bisa.” Aku akan tersenyum padamu.
Sebenarnya banyak yang ingin kutulis, tapi tiba-tiba entah, hilang tak tersisa.
Ya Rabb, aku merasa ini tidak adil. Tapi aku takut jika berlari menjauhi jalanmu. Bimbing aku. Aku merasa marah.

“Karena Tuhan tahu kau satu level lebih kuat dari yang lain.” Aku merasa lemas, itu hanya penghiburan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar