“Kasihan sekali anak ini, bahkan umurnya belum mencapai 20-an.”
Dibandingkan mendengar
kata itu, aku lebih suka kau mengatakan,
“Kau menyebalkan, aku membencimu.” Aku akan lebih mengerti.
“Ada cafe yang baru buka dipojok perempatan jalan itu, ayo pergi ke sana kalau sudah bisa.” Aku akan tersenyum padamu.
Sebenarnya banyak yang
ingin kutulis, tapi tiba-tiba entah, hilang tak tersisa.
Ya Rabb, aku merasa ini
tidak adil. Tapi aku takut jika berlari menjauhi jalanmu. Bimbing aku. Aku
merasa marah.
“Karena Tuhan tahu kau satu level lebih kuat dari yang lain.” Aku merasa lemas, itu hanya penghiburan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar