Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Jumat, 30 Mei 2014

Ah, Ketika Kau Pergi

Ketika kau pergi,
masih ada sayu mata menatap lama,
dari lebar bahu hangatmu, bulat sempurna dahimu, sampai rapi hitam rambutmu.
Biarpun rumbai lentik jari enggan bersentuh sapa.

Ketika kau pergi,
ada kecewa yang perlu dihenti,
ada sesak yang harus mati,
pula luka raksasa yang tak perlu lagi digali.
Tak mengapa, nanti juga tak ingat lagi.

Ketika kau pergi,
akan ada rindu membelai basah, hati berdegup gundah,
pun berdiri bernafas terasa jengah.
Tak masalah, waktu kan mematah.

Ketika kau pergi,
tinggalkan saja satu kenangan indah,
guna membuang resah keluh kesah. 
Kita bisa berjalan sembari bergenggaman tangan tanpa gusar, 
tak harus ada seikat tulip putih ataupun lilin berjajar, hanya tatap mata tanpa gentar.

Ketika kau pergi,
kenangan indah kan membentengi rekah luka parah,
lakukan saja itu, hanya satu.
Biar kau tak diingat sebagai si berengsek saat tak lagi bertemu.

Ah, ketika kau pergi,
jangan pernah kembali mudah,
agar kau mengerti ‘Yang sudah, biarlah sudah’.

Mlg, 30.05.2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar