Ketika kau pergi,
masih ada sayu mata menatap lama,
dari
lebar bahu hangatmu, bulat sempurna dahimu, sampai rapi hitam rambutmu.
Biarpun
rumbai lentik jari enggan bersentuh sapa.
Ketika kau pergi,
ada kecewa yang perlu dihenti,
ada sesak
yang harus mati,
pula luka raksasa yang tak perlu lagi digali.
Tak mengapa,
nanti juga tak ingat lagi.
Ketika kau pergi,
akan ada rindu membelai basah, hati
berdegup gundah,
pun berdiri bernafas terasa jengah.
Tak masalah, waktu kan
mematah.
Ketika kau pergi,
tinggalkan saja satu kenangan indah,
guna
membuang resah keluh kesah.
Kita bisa berjalan sembari bergenggaman tangan
tanpa gusar,
tak harus ada seikat tulip putih ataupun lilin berjajar, hanya
tatap mata tanpa gentar.
Ketika kau pergi,
kenangan indah kan membentengi rekah luka
parah,
lakukan saja itu, hanya satu.
Biar kau tak diingat sebagai si berengsek
saat tak lagi bertemu.
Ah, ketika kau pergi,
jangan pernah kembali mudah,
agar kau
mengerti ‘Yang sudah, biarlah sudah’.
Mlg, 30.05.2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar