Dear,
Hatimu
Yang Tersesat
Sebelumnya aku minta maaf karena baru sekarang
membalas suratmu. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk untuk menyelesaikan beberapa
permintaan. Bagaimanapun aku akan tetap membalasnya, kau tahu itu kan? Karena
kau pasti lelah menunggu aku akan sedikit menghiburmu, jika bisa.
‘Seberapa jauh kau tersesat?’ Ini kalimat
pertama yang kutanyakan setelah membaca suratmu. Aku berharap kau tidak
memunggungi arah begitu jengah. Untukmu yang selalu memercayai sebuah cinta, kau tidak
hanya membayangkan kebahagiaan, kekuatan, dan kegembiraan kan? Rasa sakit,
penderitaan, keputusasaan, dan luka juga bagian dari cinta. Namun kau harus
percaya bahwa cinta juga memiliki kekuatan untuk mengahadapi rasa sakit,
penderitaan, luka, dan keputusasaan.
Aku tahu bahwa apapun yang tidak sesuai dengan
hatimu, maka rasa sakit yang akan menjawab. Tetapi aku tidak ingin kau merasa
sakit terlalu lama. Lupakanlah cinta bodohmu itu. Kau sudah melenceng jauh dari
jalan yang seharusnya. Ini bukan berarti bahwa yang memberi cinta lebih banyak
adalah yang lemah. Kau akan menjadi lemah jika hatimu tidak bebas.
Hatimu yang tersesat pasti tidak tahu bagaimana
hati yang bebas, karena nyatanya kau tidak menemukan celah untuk berkilah.
Tidak mengharapkan cinta sebesar kau memberi dan tidak membalas rasa sakit yang
kau ciptakan adalah hati yang bebas. Ini bukan berarti menganggap sebuah
ketulusan adalah lelucon, tapi aku memintamu menyukai dengan tulus. Biarkan
hatimu bebas agar cintamu tak berakhir dengan bodoh.
Terkadang kita sering berbeda pendapat juga sering berdebat hebat. Terlepas
dari itu, hal yang perlu kau ketahui adalah aku selalu disampingmu. Jika kau
merasa sakit, kembalilah padaku, kapanpun, dimanapun. Aku selalu menunggumu. Aku
merupakan bagian dari cinta yang akan memberi kekuatan untuk kebahagiaanmu. Aku
adalah peta untukmu. Di masa depan aku akan memberikan yang terbaik bagimu, aku
berjanji.
Jangan
balas suratku, terlebih jangan terbebani, tunjukkan saja bahwa hatimu telah bebas.
Penentu Arah,
Pikiranmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar