Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Senin, 01 September 2014

Surat Balasan

Dear,
Hatimu Yang Tersesat

Sebelumnya aku minta maaf karena baru sekarang membalas suratmu. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk untuk menyelesaikan beberapa permintaan. Bagaimanapun aku akan tetap membalasnya, kau tahu itu kan? Karena kau pasti lelah menunggu aku akan sedikit menghiburmu, jika bisa.

‘Seberapa jauh kau tersesat?’ Ini kalimat pertama yang kutanyakan setelah membaca suratmu. Aku berharap kau tidak memunggungi arah begitu jengah. Untukmu yang selalu memercayai sebuah cinta, kau tidak hanya membayangkan kebahagiaan, kekuatan, dan kegembiraan kan? Rasa sakit, penderitaan, keputusasaan, dan luka juga bagian dari cinta. Namun kau harus percaya bahwa cinta juga memiliki kekuatan untuk mengahadapi rasa sakit, penderitaan, luka, dan keputusasaan.

Aku tahu bahwa apapun yang tidak sesuai dengan hatimu, maka rasa sakit yang akan menjawab. Tetapi aku tidak ingin kau merasa sakit terlalu lama. Lupakanlah cinta bodohmu itu. Kau sudah melenceng jauh dari jalan yang seharusnya. Ini bukan berarti bahwa yang memberi cinta lebih banyak adalah yang lemah. Kau akan menjadi lemah jika hatimu tidak bebas.

Hatimu yang tersesat pasti tidak tahu bagaimana hati yang bebas, karena nyatanya kau tidak menemukan celah untuk berkilah. Tidak mengharapkan cinta sebesar kau memberi dan tidak membalas rasa sakit yang kau ciptakan adalah hati yang bebas. Ini bukan berarti menganggap sebuah ketulusan adalah lelucon, tapi aku memintamu menyukai dengan tulus. Biarkan hatimu bebas agar cintamu tak berakhir dengan bodoh.

Terkadang kita sering berbeda pendapat juga sering berdebat hebat. Terlepas dari itu, hal yang perlu kau ketahui adalah aku selalu disampingmu. Jika kau merasa sakit, kembalilah padaku, kapanpun, dimanapun. Aku selalu menunggumu. Aku merupakan bagian dari cinta yang akan memberi kekuatan untuk kebahagiaanmu. Aku adalah peta untukmu. Di masa depan aku akan memberikan yang terbaik bagimu, aku berjanji.

Jangan balas suratku, terlebih jangan terbebani, tunjukkan saja bahwa hatimu telah bebas.

Penentu Arah,

Pikiranmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar