Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Jumat, 20 Maret 2015

Usai

Adalah lembar-lembar kosong yang tak sudi ia isi. Mengenai kepingan rasa tercecer dalam dimensi waktu. Bahwasanya sekat rindu serupa beton mengakar nadi. Mendalam, tak lagi diluruh.

Adalah hembusan lega menyeruak dalam sesaknya napas terjepit kenangan. Berharap tanpa sayap, pun terbang ia...

Ia bukan ia yang kukira hangat. Ia masih saja ia yang bersekat. Ia tak lagi ia, sebab kata-kata bercerita senyap. Ia hanya bunyi tanpa derap. Ia, tanpa koma, berjalan bertabrakan. Ia tanpa tanya, enggan memberi jawab.
.
.
.
.
Ia telah usai. Serupa titik, ia menyelesaikan kebutaan rasa.

Mlg, 18.03.15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar