Adalah hembusan lega menyeruak dalam sesaknya napas terjepit kenangan. Berharap tanpa sayap, pun terbang ia...
Ia bukan ia yang kukira hangat. Ia masih saja ia yang bersekat. Ia tak lagi ia, sebab kata-kata bercerita senyap. Ia hanya bunyi tanpa derap. Ia, tanpa koma, berjalan bertabrakan. Ia tanpa tanya, enggan memberi jawab.
.
.
.
.
Ia telah usai. Serupa titik, ia menyelesaikan kebutaan rasa.
Mlg, 18.03.15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar