Hampir sebulan aku ingin menulis, tapi hatiku selalu
bertanya, Jika kamu punya waktu untuk menulis, kenapa tidak kamu gunakan untuk
merehatkan mata? Atau jika kamu punya waktu untuk menulis, kenapa tidak kamu
gunakan untuk fokus pada ujianmu?
Tapi saat ini, detik ini, hatiku tidak melarang, karena
mataku sembab. Terkadang juga ingin menyerah di tengah jalan. Mengingat keadaan
rumah, di ruang tengah, di meja kerja mereka, saat itu tengah malam, mereka
masih mati2an berkutat dengan dokumen itu. Jadi aku selalu mengingatkan pada
diri sendiri.
"YA Nisa! Hal seberat apa yang sudah kamu jalani sampai ingin menyerah di tengah jalan? Ha? Kamu tahu betul bahwa yang kamu jalani sekarang belum seberapa, kamu belum punya tanggungan untuk menghidupi siapapun, jadi tidak ada alasan untuk menyerah, sedih ataupun bermalas-malasan. Apapun, sekarang ini jalani saja. Tidak ada masalah yang besar, bukankah kamu punya Tuhan yang Maha Besar? Jangan mengeluh, tidak ada alasan untuk mengeluh. Ketika hampir jatuh, tanyakanlah adakah alasan yang kuat untuk jatuh dan tanyakan kenapa kamu bertahan sampai sekarang ini?"
Terimakasih atas percakapan ringan dari kalian yang benar-benar
membuka pikiranku. Wahyu Indriana, Alvionita Arum, Adam Firmansyah, aku tidak
tahu tapi aku benar-benar senang punya teman seperti kalian.
Keluargaku yang selalu hangat, aku merindukan kalian sampai dadaku terasa sesak.
"Jalani saja yang ada, kerjakan yang bisa, percayalah keberuntunganmu akan tiba. Jangan lupa istirahat."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar