"Aku rindu kelas kita dulu."
"Aku sama sekali."
"Ih jahatnya,.... hahaha"
Hahaha, jika memungkinkan aku ingin mengatakan:
"Jangan sekali-kali merindukan mereka, bahkan mereka tidak ada yang mengharap kehadiranmu."
Aku tidak tahu kau menganggap dunia ini seperti dongeng atau drama, tapi yang kutahu, terkadang ada senyum di balik tangis, ada pula hujatan di balik senyum. Hanya beberapa, aku tidak menyebut semuanya. Iya, banyak sandiwara di sekeliling kita. Tipe melankolis biasanya peka terhadap sesuatu, terkadang aku juga ingin bertanya apa tipe dirimu? Bagaimana bisa tidak tahu sebenarnya mereka dibelakangmu?
Bila memungkinkan lagi aku juga ingin mengatakan:
"Tampar saja mulut mereka satu-satu, mereka bahkan pantas mendapatkan yang lebih dari itu."
Tidak apa-apa, mungkin aku hanya perhatian terhadapmu. Tapi yang pasti lebih perhatian mereka karena mencacimu setiap saat. Berbahagialah karena kau begitu populer di otak mereka. Jika kau ingin bertanyan apa kekuranganmu? Tanyakan saja pada mereka, karena mereka mengoreksi detail gerak-gerikmu.
Melangkah sendiri, sepertinya juga menyenangkan. Aku tidak perlu berjalan beriringan dengan seseorang yang membuat hatiku tertekan. Berjalan sendiri, makan sendiri, nonton sendiri, shopping sendiri, aku terbiasa melakukannya sejak kejadian itu. Bagaimanapun aku tetap merasa nyaman. Baiklah, temanku tidak banyak, pergaulanku tidak begitu baik, dan sepertinya kepribadianku juga sedikit aneh.
"Natasha, beli buku sama siapa kemarin?"
"Sendiri.", jawabku sambil tersenyum lalu melangkah pergi.Natasha, Namaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar