Akulah bayang usang
Terlekang oleh ruang
Tak hanya malam, bahkan siang
Apalagi hujan datang
Aku menjadi bayang usang
Selalu gemar menari
Berlenggok diantara dua hati
Mencari hati yang berpenghuniAku ini bayang usang
Bergerilya mengorek celah
Harap-harap kan terjamah
Hatimu yang selalu meludah
Aku betul bayang usang
Berdiri dibalik cahaya
Terhalang oleh cahaya
Berusaha menantang sinarnya
Aku masih bayang usang
Tanpa harga diri mengaku padamu
Tanpa rendah hati berhadap padamu
Tanpa manusiawi ingin bertemu
Aku senantiasa bayang usang
Berjeda cahaya molek
Terpisah rasa decak
Terhadang dunia pelik
Aku selalu bayang usang
Merindu melulu hingga terbelenggu
Aku memohon, kau buang mukamu
Aku meracau, kau tutup mulutku
Aku kan bayang usang
Mampir tanpa panggilan
Hidup tanpa hirauan
Mati tanpa kenangan
Aku demikian bayang usang
Masih dengan hati yang lama
Menatap hati yang sama
Pun penolakan tak berbeda
Aku pun bayang usang
Menengadah iba mereka
Tatkala tak kupinta
Aku tetap bayang usang
Terselimut hitam kekal
Sekali-kali kan menyesal
Menyayangkan hatimu yang loyal
Aku sekali lagi bayang usang
Takut akan senja
Tak sebanding dengan cahaya
Aku berharap bukan bayang usang
Menanti kau datang
Sembari peluk dan riang
Namun...
Aku lah bayang usang atau kau bayang semu?
Mlg, 02.11.13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar