Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Kamis, 08 Januari 2015

Pengukir Sejarah

Teruntuk engkau,
Pemilik tahi lalat di bawah mata kanan

Mengenai topeng wajah terpasang di antara kedua paha
Melayu sebagaimana bunga matahari pulang ke peraduannya
Hanya jika kedua mata ini terletak di belakang kepala
Mengenai ia, pengukir sejarah, telah lelah muka

Pada kuas, ia rekatkan kanvas dengan berbagai gradasi warna
Belum berarti, kuas tak berlapang menempa lebar kanvas
Masih serupa kapur pada selembar kertas putih di ruang kerja
Sebab ia, pengukir sejarah, masih mencari makna

Bahwa pagi menjelang hingga malam menghadang raya
Bersama batu ia berkarya, bersama kekayuan ia percaya
Pada batu ia memahat, dengan kayu dorongan terbuat tercipta
Hanya peroleh asa pada ia, pengukir sejarah, penanti batu berupa

Ia..
Menginjak langit menatap bumi
Ia..
Pengukir sejarah pada hati tak berhati


Mlg, 8.01.2015

I write this down. Sadness will yawn as fast as you will finish this word.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar