Aku hanya menulisnya, jadi jangan asal membacanya.
"Berusahalah sebaik mungkin, biarkan Tuhan yang menyelesaikan akhirnya."
Tidur 5 jam sehari atau 8 jam per hari bukan menjadi masalah. Menjadi masalah jika aku mengecewakan mereka yang menyayangiku, yang sangat berharap padaku. Hal yang paling membuat sedih ialah ketika kamu membuat kecewa orangtua, memutuskan harapan mereka bukan menggalau di jejaring sosisal karena tak punya pacar. Itu bukan sedih, hanya pencitraan atau mungkin mencari perhatian dari khalayak umum.
"Pulanglah nak meski sehari dua hari!"
"Nanti, biarkan aku membawa kabar baik dulu."
Jika aku berjalan, aku berharap ini bukanlah persimpangan yang aku belum tentu tahu mana arah yang benar atau jalan ini janganlah pemberhentian lampu merah atau terkena macet yang tiada berujung. Aku ingin berjalan pada sebuah jalan tol yang tidak ada persimpangan, lampu merah atau terjebak macet. Meskipun terdapat sedikit lubang itu tidak menjadi masalah aslakan jangan berhenti terlalu lama.
Seperti berusaha sebaik mungkin, terkadang keyakinan juga sedikit kendur. Jika diberi sebuah permintaan, jadikanlah aku orang yang selalu beruntung.
"Aku benar-benar takut."
Aku menulis ini ketika tidak ada lagi muka yang memandang, tak ada lagi telinga yang mendengar dan tidak ada lagi mulut yang merespon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar