Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Jumat, 03 Oktober 2014

Emosi

Lantaran emosi yang berlebihan akan menjadi kenangan di masing-masing orang. Karena psikis manusia hanya mengingat kenangan yang dianggap paling membahagiakan ataupun kenangan yang dianggap paling menyedihkan.

Mereka bilang kalau orang banyak tingkah dan selalu ingin menjadi pusat perhatian adalah orang yang sering tidak mendapat perhatian. Bisa juga karena dia lelah bersikap acuh. Siapa yang tahu mengenai perjalanan hidup orang jika mereka tidak ingin mempublikasikannya?

Mereka juga bilang orang yang anti sosial adalah orang yang sering kesepian. Apa selalu begitu? Apakah mereka tidak pernah berpikir seperti ini, “Ah dia dulu memiliki sosial yang tinggi namun orang yang dipercayainya meninggalkannya dengan alasan yang begitu kekanakan semacam membawa kabur uang investasi.” Siapa lagi yang tahu jika orang itu hanya membisu tanpa bahasa?

Aku juga pernah dengar mereka mengatakan orang yang bermain-main dengan pasangannya adalah orang yang pernah setia namun sekalinya disakiti? Bukan apa tapi bisa jadi dia hanya mencari-mencari mana yang paling membahagiakan dibanding semuanya. Siapa yang akan tahu?

Emosi bukan hanya marah. Bahagia, sedih, ceria, sakit, kesal, senang, dan duka juga bagian dari emosi.   Jika bukan gen, lingkungan yang memengaruhi mereka.

Bagaimanapun anak kecil  yang menggenggam tangan kiriku dan mengatakan, “You’ll be okay. Don’t cry anymore. It’s better than last day.” lebih menenangkan dibandingan ucapan orang dewasa.


Mlg. 04.10.2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar