Lantaran emosi yang berlebihan akan menjadi kenangan di masing-masing orang. Karena psikis manusia hanya mengingat kenangan yang dianggap paling membahagiakan ataupun kenangan yang dianggap paling menyedihkan.
Mereka
bilang kalau orang banyak tingkah dan selalu ingin menjadi pusat perhatian
adalah orang yang sering tidak mendapat perhatian. Bisa juga karena dia lelah
bersikap acuh. Siapa yang tahu mengenai perjalanan hidup orang jika mereka
tidak ingin mempublikasikannya?
Mereka
juga bilang orang yang anti sosial adalah orang yang sering kesepian. Apa
selalu begitu? Apakah mereka tidak pernah berpikir seperti ini, “Ah dia dulu
memiliki sosial yang tinggi namun orang yang dipercayainya meninggalkannya dengan
alasan yang begitu kekanakan semacam membawa kabur uang investasi.” Siapa lagi
yang tahu jika orang itu hanya membisu tanpa bahasa?
Aku
juga pernah dengar mereka mengatakan orang yang bermain-main dengan pasangannya
adalah orang yang pernah setia namun sekalinya disakiti? Bukan apa tapi bisa
jadi dia hanya mencari-mencari mana yang paling membahagiakan dibanding
semuanya. Siapa yang akan tahu?
Emosi
bukan hanya marah. Bahagia, sedih, ceria, sakit, kesal, senang, dan duka juga
bagian dari emosi. Jika bukan gen,
lingkungan yang memengaruhi mereka.
Bagaimanapun anak kecil yang menggenggam tangan kiriku dan mengatakan, “You’ll be okay. Don’t cry anymore. It’s better than last day.” lebih menenangkan dibandingan ucapan orang dewasa.
Mlg. 04.10.2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar