Riak-riak rumbai rambutmu berkelebat tertepa sepoi angin malu-malu
Menyapu kenangan yang barang tentu tak ingin kau palu
Aku masih di sini, termenung di bangku panjang
Diantara hijau pepohonan di bawah rindang
dan sejuk merah mega
dan kicauan burung gereja mencari mangsa
dan keramaian hiruk pikuk
dan gemericik air mancur merasuk
Kuberitahu..
Aku sedang menunggu
Bagaimanapun, tercekik jejeritan gelisah dan rindu
Aling-aling penghibur ragu
Menyatu merajut kalbu
Sesegera menyingkap kepahitan sesendu
Merapal doa demi berbagai temu
Kuberitahu..
Aku sedang menunggu
Tak pelak, memintal asa penuh lembut
Bayang jemu tak kuasa merenggut
Sebab malarindu menjemawa melanjut
Masih dengan hati yang sama terpaut
Kuberitahu..
Aku sedang menunggu
Menatap lurus kolong langit lalu
Masih dengan senja melulu
Kian mentari berani beradu
Sebab hangat bisa juga menyengat menderu
Sebab menunggu hanya bertandang lalu ditinggalkan; hanya sebatas tamu
Kuberitahu..
Aku sedang (melupa) menunggu
Ngw. 5.11.2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar