Apapun jika ini tulus, kita akan bertemu lagi di masa depan

Rabu, 05 November 2014

Menunggu

Riak-riak rumbai rambutmu berkelebat tertepa sepoi angin malu-malu
Menyapu kenangan yang barang tentu tak ingin kau palu
Aku masih di sini, termenung di bangku panjang
Diantara hijau pepohonan di bawah rindang
dan sejuk merah mega
dan kicauan burung gereja mencari mangsa
dan keramaian hiruk pikuk
dan gemericik air mancur merasuk
Kuberitahu..
Aku sedang menunggu

Bagaimanapun, tercekik jejeritan gelisah dan rindu
Aling-aling penghibur ragu
Menyatu merajut kalbu
Sesegera menyingkap kepahitan sesendu
Merapal doa demi berbagai temu
Kuberitahu..
Aku sedang menunggu

Tak pelak, memintal asa penuh lembut
Bayang jemu tak kuasa merenggut
Sebab malarindu menjemawa melanjut
Masih dengan hati yang sama terpaut
Kuberitahu..
Aku sedang menunggu

Menatap lurus kolong langit lalu
Masih dengan senja melulu
Kian mentari berani beradu
Sebab hangat bisa juga menyengat menderu
Sebab menunggu hanya bertandang lalu ditinggalkan; hanya sebatas tamu
Kuberitahu..
Aku sedang (melupa) menunggu



Ngw. 5.11.2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar